Aplikasi BBM yang Sudah Tiada: Perjalanan dan Akhir dari Legenda Chatting

Pada awal 2000-an, BBM (BlackBerry Messenger) menjadi salah satu aplikasi pesan instan paling populer di dunia, terutama di kalangan pengguna BlackBerry. Dengan fitur-fitur unggulan seperti chatting tanpa biaya SMS, keamanan tingkat tinggi, dan kemampuan berbagi media secara langsung, BBM mengubah cara orang berkomunikasi secara digital. Namun, perjalanan aplikasi ini akhirnya harus berakhir. Pada tahun 2019, BBM resmi mengumumkan penutupan layanan untuk seluruh pengguna, menandai berakhirnya era yang panjang bagi aplikasi yang pernah mendominasi dunia komunikasi.
BACA JUGA DISINI: Aplikasi Menggambar Terbaik di Pintar Android
1. Sejarah BBM: Awal yang Gemilang
BBM pertama kali diluncurkan oleh Research In Motion (RIM), perusahaan yang kemudian dikenal sebagai BlackBerry, pada tahun 2005. Aplikasi ini menjadi salah satu daya tarik utama untuk perangkat BlackBerry yang saat itu sangat populer, terutama di kalangan profesional dan pebisnis. BBM menawarkan komunikasi yang lebih cepat dan praktis dibandingkan dengan SMS, dengan fitur-fitur seperti:
-
Pesan instan: Pengguna bisa mengirim pesan langsung kepada kontak mereka tanpa biaya SMS.
-
Keamanan: BBM menggunakan enkripsi pesan, yang memberikan rasa aman bagi penggunanya.
-
Fitur grup dan berbagi file: Pengguna bisa membuat grup chat dan berbagi berbagai jenis file seperti foto, video, dan dokumen.
Pada puncaknya, BBM memiliki lebih dari 80 juta pengguna di seluruh dunia, dan menjadi pilihan utama untuk berkomunikasi dalam berbagai kalangan, baik individu maupun bisnis.
2. Perkembangan dan Kompetisi yang Meningkat
Namun, dengan munculnya aplikasi pesan instan lainnya seperti WhatsApp, LINE, dan Telegram, popularitas BBM mulai menurun. Aplikasi-aplikasi ini menawarkan kemudahan dan fitur-fitur baru yang lebih menarik, serta mendukung berbagai perangkat, tidak hanya terbatas pada perangkat BlackBerry saja. Keberadaan BBM yang semula eksklusif hanya untuk pengguna BlackBerry semakin tergerus, terutama setelah BlackBerry kehilangan pangsa pasar di dunia smartphone.
Pada 2013, untuk mencoba bertahan, BlackBerry mengumumkan bahwa BBM akan tersedia di platform Android dan iOS. Langkah ini dimaksudkan untuk memperluas jangkauan pengguna BBM di luar perangkat BlackBerry. Namun, meskipun langkah ini cukup sukses dalam memperkenalkan BBM kepada pengguna baru, kompetisi yang semakin ketat dan beragamnya pilihan aplikasi pesan instan membuatnya sulit untuk bertahan.
3. Kepopuleran yang Mulai Menurun
BBM yang semula mendominasi pasar aplikasi pesan instan, mulai kehilangan penggunanya seiring berjalannya waktu. Aplikasi-aplikasi pesaing seperti WhatsApp dan Facebook Messenger terus berkembang dengan tambahan fitur yang semakin menarik, seperti panggilan suara dan video, berbagi status, serta kemampuan untuk mengirim pesan kepada pengguna yang tidak ada dalam daftar kontak.
Meskipun BBM sempat mencoba bertransformasi dengan menambahkan fitur-fitur baru seperti BBM Channels (layanan untuk berbagi konten kepada audiens), fitur pembayaran mobile, dan fitur lainnya, upaya tersebut tidak cukup untuk menjaga popularitas aplikasi ini. Bahkan, pada tahun 2016, BlackBerry mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi pengembangan aplikasi BBM.
4. Penutupan BBM pada 2019
Pada 2019, BBM resmi mengumumkan bahwa layanan BBM untuk pengguna konsumen akan dihentikan pada 31 Mei 2019. Layanan BBM untuk perusahaan dan bisnis, yang dikenal dengan BBM Enterprise, tetap berjalan. Keputusan ini diambil setelah banyak pertimbangan, termasuk semakin menurunnya pengguna aktif dan ketatnya persaingan di pasar aplikasi pesan instan.
Penutupan BBM menandai berakhirnya sebuah era komunikasi digital yang penuh kenangan. Bagi banyak orang, BBM adalah bagian penting dari kehidupan digital mereka di awal 2000-an, dan aplikasi ini memberikan pengalaman komunikasi yang tidak dapat dilupakan.
5. Penyebab Kehilangan Kepopuleran BBM
Ada beberapa alasan mengapa BBM akhirnya kehilangan daya tariknya dan terpaksa ditutup, di antaranya:
-
Kompetisi yang Ketat: WhatsApp, Telegram, LINE, dan aplikasi lain terus berkembang dengan fitur-fitur baru yang lebih menarik, sementara BBM kesulitan berinovasi.
-
Penurunan Pengguna BlackBerry: Dengan jatuhnya popularitas BlackBerry sebagai perangkat utama, BBM yang awalnya menjadi fitur unggulan pada perangkat ini menjadi semakin tidak relevan.
-
Kurangnya Fitur Baru yang Diminati Pengguna: BBM tidak bisa menawarkan fitur baru yang cukup menarik bagi pengguna. Sementara aplikasi seperti WhatsApp menawarkan kemudahan dan kesederhanaan, BBM cenderung memiliki berbagai fitur yang dirasa kurang praktis.
-
Keputusan Perusahaan yang Kurang Tepat: Beberapa langkah seperti memperkenalkan BBM di Android dan iOS terlambat, dan meskipun sempat menarik perhatian, hal tersebut tidak cukup untuk mengembalikan popularitas BBM di pasar yang sudah dikuasai oleh aplikasi lainnya.
6. Warisan BBM dalam Sejarah Digital
Walaupun sudah tiada, BBM tetap meninggalkan warisan yang besar dalam dunia aplikasi pesan instan. Banyak fitur yang pertama kali dikenalkan oleh BBM, seperti status, berbagi file, dan obrolan grup, kemudian diadaptasi oleh aplikasi-aplikasi lainnya yang kini lebih dominan. Keamanan yang ditekankan BBM juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak aplikasi pesan instan modern juga mengutamakan enkripsi end-to-end.
BBM juga mengajarkan kita tentang bagaimana pentingnya adaptasi dalam dunia teknologi yang cepat berubah. Aplikasi yang dulunya sangat populer harus berhadapan dengan perubahan kebutuhan pengguna dan persaingan yang semakin ketat.